Analisis Sektor Perikanan dan Angkutan Laut Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten/ Kota Pesisir Provinsi Jawa Tengah

Riyan Zulmaniar Vinahari

Abstract


Indonesia merupakan negara maritim karena 2/3 luas wilayah Indonesia merupakan lautan. Potensi kekayaan maritim di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), terutama sumber daya alam yang berkelanjutan, seperti perikanan serta transportasi laut. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi sektor maritim yang besar karena 17 dari 35 kabupaten/ kotanya merupakan daerah pesisir. Pembangunan ekonomi maritim memiliki 7 spektrum ekonomi strategis, namun dalam penelitian ini dibatasi hanya meneliti 2 dari 7 spektrum sektor maritim yaitu potensi sektor perikanan dan angkutan laut di kabupaten/kota pesisir Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi sektor perikanan dan angkutan laut di kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah dengan menggunakan analisis deskriptif Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), analisis Shift Share, dan Tipologi Klassen. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari BPS Provinsi Jawa Tengah dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis LQ dan DLQ menunjukkan bahwa subsektor perikanan merupakan sektor unggulan di Kabupaten Wonogiri, Pati dan Pemalang, sementara sektor angkutan laut menjadi sektor unggulan hanya di Kabupaten Cilacap. Berdasarkan Tipologi Klassen, subsektor perikanan merupakan sektor maju di Kabupaten Wonogiri, Pati, Kendal, Pemalang, Brebes dan Kota Tegal, sementara sektor angkutan laut merupakan sektor berkembang di Kabupaten Jepara.

Kata kunci: Perikanan, angkutan laut, location quotient, shift share, tipologi klassen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.