Efektifitas Pendidikan Kesehatan Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Ramuan Tradisional

Nonik Ayu Wantini, Lenna Maydianasari, Silvia Dewi Setyaningrum, Intan Christi

Abstract


Latar belakang: Peningkatan kapasitas masyarakat dalam perawatan kesehatan secara mandiri
melalui pemanfaatan TOGA sebagai upaya pertolongan pertama pada diri sendiri dan keluarga perlu
didukung oleh masyarakat. Berdasarkan studi pendahuluan di Dusun Setan diketahui bahwa
masalah kesehatan wanita sepanjang siklus hidup yang paling banyak dialami dan dapat diatasi
dengan TOGA meliputi pusing (23,8%), kram otot tungkai (14,3%), susah tidur dan stress (9,5%),
nyeri pinggang (9,5%), dan keluhan nyeri haid pada keluarga (28,6%). Selama masa pandemi
COVID-19 posyandu balita, ibu hamil, menyusui, dan lansia tidak diselenggarakan, padahal
kelompok ini rentan mengalami permasalahan kesehatan. Metode: Pelatihan pemanfaatan TOGA
menggunakan metode ceramah, demontrasi, dan diskusi interaktif dengan media power point, leaflet,
video, dan set peralatan pembuatan ramuan tradisional. Sasaran pelatihan adalah anggota
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Setan sejumlah 21 orang. Pengukuran
pengetahuan diukur dengan instrumen kuesioner sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Hasil:
Mean sebelum pendidikan kesehatan (41,67), dan mean setelah pendidikan kesehatan (75,47). Ada
perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA sebelum dan setelah pendidikan
kesehatan (hasil uji paired sample t-test, p-value=0,000). Kesimpulan: Terjadi peningkatan
pengetahuan sebesar 33,80%.
Kata Kunci : Pengetahuan, pendidikan kesehatan, TOGA, ramuan tradisional


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.