Karakteristik Tepung Daun Kelor Dengan Metode Pengeringan Sinar Matahari

Indah Kurniawati, Munaaya Fitriyya, Wijayanti Wijayanti

Abstract


Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi anemia
defisiensi besi antara lain dengan pemberian suplementasi zat besi, edukasi gizi dan fortifikasi zat besi. Salah satu bahan pangan yang berpotensi untuk dijadikan sebagai makanan pembawa dalam upaya fortifikasi zat besi di Indonesia yaitu daun kelor. Pemanfaatan daun kelor sampai saat ini masih belum banyak diketahui, pada umumnya hanya dikenal sebagai salah satu menu sayuran. Selain dikonsumsi langsung dalam bentuk segar, kelor juga dapat diolah menjadi bentuk tepung atau powder yang dapat digunakan sebgai fortifikan untuk mencukupi nutrisi. Menurut Sauveur dan Broin (2010), kandungan zat besi dalam bubuk daun kelor mencapai 60,5 mg/ 100 gr. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tepung daun kelor dengan pengeringan sinar matahari. Parameter yang diamati meliputi karakteristik dari tepung daun kelor yang dihasilkan. Prosedur penelitian ini meliputi proses pembuatan tepung daun kelor dengan pengeringan sinar matahari kemudian dianalisis karakteristik tepung daun kelornya. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, pengumpulan data diperoleh dari eksperimental. Hasil analisis terhadap karakteristik tepung daun kelor menunjukkan bahwa tepung daun kelor mempunyai rendemen 20% (b/b), kadar air 6.64%, kadar abu 11.67%, kadar lemak 6.74%, kadar protein 23.37%, serat kasar 3.67%, karbohidrat 51.59%, kalori 342.31 kkal/kg, zat besi (Fe) 177.74 ppm, kalsium (Ca) 16350.58 ppm, natrium (Na) 1206.54 ppm dan fosfor (P) sebesar 290.65 mg/100gr.

Keywords


Kata kunci: tepung daun kelor, karakteristik, matahari, anemia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.