Hubungan Efikasi Diri Dengan Self Care Management Pada Penderita Hipertensi Di Desa Karanglo, Klaten Selatan

Esri Rusminingsih, Safira Mutiara Mubarokah, Romadhani Tri Purnomo, - Marwanti

Abstract


Prevalensi penderita Hipertensi di Indonesia terus meningkat. Sebagian besar penderita yang
terdiagnosa Hipertensi diketahui tidak minum obat secara teratur dan mengakibatkan peningkatan
risiko komplikasi berupa kerusakan organ target. Self care management  direkomendasikan pada
penderita Hipertensi sebagai upaya efektif dalam mengontrol tekanan darah. Faktor dominan dalam
perubahan perilaku seseorang dipengaruhi oleh efikasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan efikasi diri dengan self care management pada penderita hipertensi di Desa
Karanglo Kecamatan Klaten Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan
jumlah 115 responden dengan kriteria sampel terdiagnosa Hipertensi, usia > 18 tahun, mendapatkan
resep atau obat Hipertensi. Instrumen pengumpulan data efikasi diri menggunakan General selfefficacy

scale, dan Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) digunakan untuk
pengumpulan data Self care Management Hipertensi. Analisa statistik menggunakan Kendall Tau.
Hasil penelitian  menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (70,4%), rerata usia
58.33 tahun, pendidikan SD (38,3%), pekerjaan buruh (46,1%).  Efikasi diri penderita Hipertensi
sebagian besar tinggi 84.3% dan  self care management sebagian besar tinggi (38,3). Hasil uji statistik
didapatkan bahwa p value = 0.001 (p<0.05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara
efikasi diri dengan self care management pada penderita hipertensi di Desa Karanglo Kecamatan
Klaten Selatan.  
Kata kunci : Efikasi diri, Self care management, Hipertensi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.