Kajian Struktur Tanda Dalam Film Horor Indonesia: Film Jelangkung

Hendy Yuliansyah, Acep Iwan Saidi, Intan Rizky Mutiaz

Abstract


Fenomena horor di tanah air, mengukir prestasi dengan larisnya film bergenre horor karya anak bangsa dengan penghargaan yang diraih baik di dalam negeri maupun luar negeri. Revitalisasi konsep horor, membuat Film “Jelangkung” berhasil mengundang 1,5 juta penonton pada tahun 2001. Film “Jelangkung” melakukan perubahan pada aktor dan aktrisnya, pemilihan lokasi syuting, karakter fisik hantu, termasuk tujuan atau motivasi hantu, sekaligus merancang alur cerita yang berbeda, menghadirkan visualisasi yang segar, adanya kebaruan serta cara pandang yang berbeda dalam genre horor film nasional. Dengan patung atau boneka jelangkung sebagai tokoh utama dalam film ini, yang menampilkan beberapa sosok hantu yang berbeda. Kreativitas tidak hanya pada sosok hantu, tetapi juga pemilihan karakter pemain film yang disesuaikan dengan konsep remaja, yang harus berhubungan dengan dunia hantu. Namun bagaimanakah dengan desain scene yang menampilkan kekuatan Film “Jelangkung.” Kekuatan sekaligus
kebaruan, antara remaja dengan tema horor yang secara tidak langsung mengubah kebiasaan masyarakat tentang horor yang menciptakan wawasan baru tentang hubungan antara pemain dengan hantu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melalui kajian Teori Semiotika - Roland Barthe, penelitian ini bermaksud untuk mengungkap desain visual yang terdapat pada scene terpilih, dengan mempertimbangkan adanya makna yang khusus atau inti tentang horor dalam perspektif masyarakat,
yang dijelaskan melalui pengertian signifikansi, denotasi-konotasi, dan pengungkapan mitos terhadap visual-visual film.
Kata Kunci : film, horor, scene, semiotik, tanda.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.